DPRD Tapteng : Masinton Tak Cerminkan Sikep Seorang Negarawan.
METROREALITA.COM – TAPTENG || Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, seluruh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Indonesia melaksanakan rapat paripurna, Jumat (15/8/2025), mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Parabowo Subianto, bersama Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Acara itu dilaksanakan sekaligus menyaksikan secara langsung Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025, yang menjadi forum penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.
Namun ada pemandangan berbeda di Kabupaten Tapanuli Tengah. Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, yang juga politisi PDIP itu tidak hadir pada rapat paripurna tersebut.
Abdul Basir Situmeang, Anggota DPRD Tapteng mengaku kecewa dan menyayangkan ketidakhadiran Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, pada Paripurna yang dilaksanakan oleh DPRD Tapteng.
Pasalnya, ini adalah Rapat Paripurna Resmi dan semua anggota DPRD dan Kepala Daerah harus menghadirinya. Tidak diketahui alasan mengapa politisi PDIP itu tidak hadir, ia hanya diwakili oleh Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis.
“Mungkin Bupati Masinton adalah satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang tidak hadir pada Sidang paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ini bisa jadi merupakan bentuk pembangkangan pada presiden,” katanya Abdul Basir Situmeang usai rapat paripurna DPRD Tapteng.
Bahkan saat Presiden Prabowo membacakan pidato penyampaian RUU APBN dan nota keuangan 2026, Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis malah angkat kaki dari ruangan Sidang Paripurna DPRD Tapteng beserta beberapa OPD.
“Saya heran mengapa mereka tak menganggap Sidang Paripurna ini hal yang penting. Padahal ini terjadi hanya setahun sekali dan isi pidato presiden Prabowo sangat penting untuk disimak bersama-sama. Agar DPRD dan Kepala Daerah punya pemahaman yang sama untuk membawa kemajuan daerah,” tegasnya.
Lanjut, Abdul Basir mengatakan dengan ketidak hadiran Bupati Tapteng tersebut kita DPRD kabupaten Tapanuli Tengah menilai sikap yang di tunjukkan Masinton bukanlah cerminan sikap pemimpin yang negarawan yang baik.
Dalam pidatonya Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk membawa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia menuju kondisi tanpa defisit dalam waktu dekat.
“Di tengah Gejolak Global arsitektur anggaran tahun 2026 sebagai berikut: Belanja negara dialokasikan Rp3.786,5 triliun. Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.147,7, defisit APBN dirancang Rp638,8 atau 2,48 persen, PDB ditopang pembiayaan yang perlu, inovatif, dan sustainable,” ujar Prabowo, Jumat (15/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Prabowo berjanji akan melakukan efisiensi anggaran pada 2026. Tujuannya, untuk menekan defisit pada APBN 2026.
“Pemerintah yang saya pimpin berjanji di hadapan majelis ini, kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin,” tegas Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto berharap pada 2027 atau 2028, APBN tidak akan mengalami defisit. Dia berharap, hal itu bisa segera terealisasi.
“Harapan, adalah cita-cita saya, untuk suatu saat, apakah 2027 atau 2028, ingin berdiri di depan majelis ini, di podium, menyampaikan kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” katanya.
Selain itu Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bertujuan untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan kelaparan.
“Negara kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus berdaulat secara ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” tegasnya.
Sambungnya, Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional agar mampu menjadi kekuatan negara. Ia juga mengkritik fenomena kelangkaan minyak goreng di tengah Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
“Ini aneh sekali, tidak masuk di akal sehat. Ternyata ada permainan manipulasi yang tadi sudah disinggung oleh Ketua DPR yang saya beri nama ‘serakahnomics’,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga memaparkan capaian program prioritas pemerintah yang telah berjalan selama sepuluh bulan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama, termasuk dalam memberikan kritik konstruktif terhadap pemerintah.
“Saya mengajak segala lapisan untuk bekerja sama dalam meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia. Seluruh komponen silahkan melakukan kontrol dan kritik sehingga semua bisa sesuai jalur untuk direalisasikan,” tutupnya. (red)











